Cegah dasar kekerasan seksual : Dengan stop mempertahankan toxic relationship

Halo Salam Kenal,

aku salah satu makhluk ciptaan Allah. Yang sepertinya ingin menuliskan tulisan santai tapi serius. Disclaimer, its only my opinion. 

Berbicara soal serius, tentu ada salah satu fenomena sosial yang perlu di bahas secara serius. Fenomena kekerasan seksual, yang setiap harinya memakan korban namun dianggap remeh oleh siapapun yang tidak merasakan nya. Karena, kekerasan seksual yang didasari oleh sifat manusiawi dalam bentuk nafsu. Dan di dorong oleh beberapa faktor yang menciptakan terjadinya kekerasan seksual. 
Feminisme dan kesetaraan gender yang digaungkan sejak lama pun rasanya tidak memeberikan efek yang benar-benar membabat habis akar dari fenomena kekerasan seksual. Mengapa demikian ? 

Karena sebetulnya, masih banyak dari kalangan penggaung pun mengalami kekerasan seksual, tanpa mereka sadari. Pacaran yang menjadi salah satu faktor adanya kekerasan seksual. Yang di dapati toxic relationship, seperti : berawal dari suka sukaan lalu buka bukaan, rasa tidak ingin putus yang menimbulkan ancaman ancaman negatif terhadap keselamatan lahir maupun batin. 
Menurut Dr. Lillian Glass oleh Bagus Wismanto, mendefinisikan, bahwa toxic relationship adalah hubungan yang tidak saling mendukung satu sama lain. Dimana salah satu pihak berusaha memiliki kontrol yang lebih besar terhadap pihak lain. 
Hal seperti itu sudah terbukti oleh sebagian orang yang mengalami toxic relationship. Ketika salah satu dari mereka memiliki kontrol yang lebih besar, misal; mempertahankan hubungan untuk sebatas pemuas nafsu. Lalu awalnya Hubungan seksual dilakukan karna keinginan keduanya, menjadi keterpaksaan dari salah satu pihak yang merasa di kontrol. Ini yang menjadi dasar timbulnya kekerasan seksual. 

“orang pintar tidak akan rela menyakiti tubuhnya dalam ruang sempit yang melukainya ketika bergerak.-„ 
"Berhenti membakar diri sendiri untuk membuat orang lain tetap hangat."
"Kamu tidak perlu merasa bersalah karena menyingkirkan orang-orang beracun dari hidupmu."

Ketika Mindfulness akan pentingnya value dalam sebuah hubungan itu sudah aware, nantinya tidak ada toxic relationship yang berujung kekerasan seksual. 
Tentu ada faktor lain terjadinya kekerasan seksual.  Kita mulai cegah dari satu faktor, maka yang lain akan mengikuti. 

Kekerasan seksual sama orang yang punya hubungan spesial aja harus di cegah, apalagi sama orang yang tidak dikenal !!
Yuk Cegah !! dasar kekerasan seksual, dengan stop mempertahankan toxic relationship.


Komentar